Hening yang tak lagi Hening

Hidup tak perlu sebahagia itu. Ada senyum, ada pula sedihnya. negeri secanggih Jepang pun akan luluh lantak kala tertimpa tsunami. Kapal semegah titanic pun akan hancur tenggelam kala menambrak gunung es batu.

4 Januari 2016,

Hening sedang termenung di salah satu Pub ternama di kawasan Seminyak. Mini Dress merah berbahan katun, rambut burgundy tergerai hingga pinggang, payudaranya yang padat dan proporsional, heels hitam yang anggun menopang  kaki indahnya, membuat ia bagaikan buah ranum yang siap dipetik. Asyik ia perhatikan muda-mudi yang sedang berjoget, menggeliat, dan aktif melampiaskan energi masa mudanya, segerombol remaja putri yang tengah memancarkan pesona antar lawan jenis, dan beberapa pasangan yang aktif menggerayangi satu sama lain.

pub

Pub ini memang selalu ramai, dikenal sebagai salah satu kawasan wisata yang High End, Seminyak selalu dipenuhi banyak wisatawan. Apabila di masa-masa liburan seperti ini. Tepat di depan Pub, terdapat satu bar unik, yang setiiap harinya menampilkan band dengan genre berbeda, hari ini yang tampil adalah Grunge. Sayup terdengar mereka sedang memainkan Alice in Chain – Pretty Done.

I don’t care to further amuse you
Never had you how, could I lose you?
Paid in full, I owe no one at all – AIC Pretty done

Ah, ini kan lagu favorit mereka dulu! Ya, mereka. Hening dan Gangga dulu sangat sering mendengarkan lagu ini. Sering mereka coba untuk menyanyikan lagu itu dengan versi mereka, Hening dengan Bass, dan Gangga gitar. Ataupun ditukar, sesuai dengan mood mereka.

Ah.. Gangga. Mengapa ia banyak meninggalkan sampah dan bunga di altar pikiran dan hati Hening.Terlalu banyak! Gangga membuat nya lupa akan adanya perpisahan, Hening sempat lupa bahwa Cinta juga ada dukanya, lupa akan dua sisi kehidupan yang lain, kesedihan, lupa bahwa  negeri secanggih Jepang pun akan luluh lantak kala tertimpa tsunami, lupa bahwa Kapal semegah titanic pun akan hancur tenggelam kala menambrak gunung es batu. Lupa akan segala kemungkinan buruk yang ada di dunia!

Hening dan Gangga sebenarnya sudah tidak tinggal berjauhan. Dulu, setahun yang lalu beribu kilometer Bali – Bandung sempat pernah menggoyahkan mereka. Namun, sudah 6 bulan terakhir Gangga pindah dan bekerja di Bali. 6 bulan juga Gangga tinggal bersama Hening dan keluarga. Mereka sangat menyambut Gangga dengan senang, apalagi Mama, bagaikan punya anak lelaki lagi, katanya.

Hening? Hening senang! Senang sekali! 4 bulan pertama mereka habiskan waktu menjelajahi Bali, akhir pekan, tidak akhir pekan, selalu mereka habiskan di luar. Beberapa tempat yang Hening tidak sempat singgahi mereka singgahi bersama, bertemu keluarga besar, sholat Ied berjamaah. Ah, pokoknya bahagia!

Lah, lalu kenapa? Apa yang salah? Apa yang tak sama? Enak kan berduaan terus sama pacar?

No one say it’s not nice. She’s beyond grateful to have him here!  Tapi di satu sisi Hening sadar bahwa, She’s is to young to be trapped. Actually they are! Dan satu hal yang bisa dimiliki setiap insan di dunia. Rasa bosan.

Ya, Hening bosan. Mungkin Gangga juga. Hening merasa tidak ada ruang untuk privasi dan dunia Hening.

Bangun tidur dengan Gangga, sarapan, pulang kantor, hingga tidur, besok begitu lagi. Umur nya masih sangat muda kala itu, 21 tahun. Umur yang masih sangat muda untuk menghabiskan waktu dan berbagi privasi dengan lawan jenis, ataupun yang terlebih, membangun komitmen serius seperti apa yang dipinta ayahnya yang belakangan ini.Ia masih ingin terus terbang dan berlayar.  Hening masih punya banyak dunia yang harus ia singgahi di usianya.

Jadi layaknya bola es, rasa dari kebosanan itu melebar kemana-mana, membesar dan membesar.  Hening yang mulai banyak menghabiskan me time, Gangga yang sepulang kerja sering keluar dan tidak bertemu, bisnis mereka yang sudah ditinggalkan, jarang nya berkomunikasi, tidak ada cium, peluk, belai mesra, bergamit tangan. Mereka layaknya dua orang yang asyik membangun dunia baru, dan mencari penduduk-penduduk apa saja yang akan tinggal di dunia itu.

Dan sampailah di titik ini, di titik mereka sama sekali tidak berkomunikasi, di titik mereka tidak tau sedang sedang apa dan dimana, sama seperti awal, seperti sebelum-belumnya, ketika tidak saling kenal, ketika mereka masih di awal semester, sebelum acara kontes menyanyi itu, ketika Gangga masih labil dan mencari siapa perempuan yang tepat untuknya. Mereka tidak saling kenal lagi.

“I know some day you’ll have a beautiful life /I know you’ll be a star in somebody else’s sky / But why can’t it be mine?” – PJ, Black

Gangga, terkadang Hening rindu mereka yang dulu. Gangga yang selalu excited apabila mereka berkunjung ke tempat yang baru. Gangga yang selalu girang ketika Hening menyuapkan makanan kesukaannya, Gangga yang setiap pagi selalu memberikan senyum lebar dan menyapa “Pagi Manis”, Gangga yang sering mengajarkan Hening lagu-lagu baru untik dicover. Hening rindu segala Gangga yang dulu..daswa

Tapi percayalah, lebih dari kerinduan Hening dengan Gangga, Hening lebih rindu Hening yang dulu. Hening sadar I’m really not loveable now., not as loveable as a girl you met in that cafe last year.

“I wish I was a sailor with someone who waited for me / I wish I was as fortunate, as fortunate as me / I wish I was a messenger, and all the news was good / I wish I was the full moon shining off a Camaro’s hood.” -Pearl jam wishlist

Hi Hening! Sorry for make you waiting, babe. You need something more?

Seorang lelaki berparas timur tengah itu menghampiri Hening, merangkul pinggang, sambil mengecup keningnya.

No, Jardiv. I’m enough.

Then, Shall we go now?

Ok.

Dan Hening pun berlalu bersamanya, masuk ke dalam Porsche Cayman milik kekasih barunya . Lirik lagu Nirvana, Where did you sleep last night? masih terngiang jelas di telinga Hening – ay

My girl, my girl, where will you go
I’m going where the cold wind blows

In the pines, in the pines
Where the sun don’t ever shine
I would shiver the whole night through – Nirvana where did you sleep last night

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s