ADVOKASI HMBTI? GAK ADA YANG LEBIH SERIUS TUH?

Ya, mendengar kata Advokasi/Advokat yang terbesit dalam pikiran kita adalah seorang pengacara sibuk,dengan dasi bernominal jutaan, mobil mewah, kasus yang berat, serta satu hal lagi : SERIUS! Begitupun ketika saya memasuki Divisi Advokasi ini. Banyak rekan-rekan mencibir “ Ya ela yuk, kayak kurang kerjaan aja ngurusin masalah mahasiswa”, atau “ Dih, serius amat sih milih divisi juga” atau yang akhir-akhir ini sering saya dengar “ Lo anak HIMA apa petugas sekre sih? Mondar mandir ngurusin her-reg” Nah! Dari cibiran-cibiran tadi mulai kebayang kan, sebenarnya apa sih yang kami kerjakan di Divisi Advokasi ini?

Divisi Advokasi adalah divisi yang menjembatani mahasiswa dengan institusi. Sekilas hampir sama dengan DPM, tapi kami lebih banyak mengurus bidang akademis. ‘Jembatan’ yang kami buat bukan semata-mata provokatif loh ya.. Kami membuat program kerja seperti Sosialisi Pedoman Akademik, Sosialisasi Konsentrasi, Advokasi Online, MBTI Award, dan Advokasi Fleksibel. Nah, salah satu program ‘ter-rumit’ yang baru saja dilewati adalah Her-registrasi yang termasuk dalam Advokasi Fleksibel. Kenapa ter-rumit? Karena pada masa her-reg adalah masa dimana puluhan ribu mahasiswa tel-u melakukan pembayaran di bank yang sama, mengakses website yang sama,dengan waktu yang terbatas, dan (sialnya) dengan sistem baru yang kesiapanya masih sangat diragukan. Dan ya… tidak dapat diragukan lagi timbulah berbagai masalah dari mahasiswa. Disinilah kami berperan sebagai penampung masalah mahasiswa yang kemudian akan disalurkan pada pihak kampus.

Saya gak mau munafik, ngurusin masalah mahasiswa itu melelahkan,makan hati, banyak melibatkan emosi lah pokoknya. Tapi lelah itu akan sangat terbayar ketika kita menerima ucapan “ Terimakasih ya…” dari mahasiswa yang kita bantu, apalagi kalau ada yang melempar pujian bahkan doa yang baik-baik. Puji tuhan… Itu bahagianya priceless banget lah. Seketika cibiran-cibiran yang bilang petugas sekre, teller bank, petugas magang sisfo, dan lain sebagainya itu hilang dengan dua patah kata tersebut.. Ah…..

SO, I did my job with my way... Gak perlu embel-embel serius dan sok sibuk nya, gak perlu dasi mahal atau mobil lamborgini nya, gak perlu disebut sebut namanya ketika memenangkan kasus tertentu,gak peduli dibilang yang aneh-aneh, dan gak perlu dihargai mahal-mahal.

Doakan kami , divisi Advokasi HMBTI agar selalu diberi kekuatan,sehingga bisa senantiasa menjembatani mahasiswa dan institusi serta terus menjadi ‘pengacara’ kalian, mahasiswa MBTI…..

Ayu Putri Wulandari

Angdiv Advokasi HMBTI 2014

Ditulis di Bandung, 24 Agustus 2014
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s