Penakut #1

Dari sekian sebutan ia memilih dipanggil Puan. “Mba, Wanita atau Puan?” “Puan lah jelas!” Sejak itu ia selalu menyematkan kata Puan dalam sajak, tulisan, dan buah pikir nya. Ia sedalam itu dan si Puan juga tak kunjung berani untuk tenggelam, Sedikit kemajuan, si Puan telah berani menenggelamkan setengah kakinya, telapaknya telah napak di dasar tepi […]

Read More Penakut #1

TENGGARA

Untuk kamu, yang sedang dimabuk rindu Kamu pula, yang sedang coreng moreng lumpur renjana Sedang aku kian enggan di atas Sampan Menunggu kemana Sang Kidung angin membawaku Timur Laut.. Selatan.. Barat Daya.. Selain ke Tenggara..   Aku hidup dan bernafas dengan rasa Takut Yakinku, kamu pun begitu Takut Gelap, Takut Sakit, Takut Miskin, Takut Mati.. […]

Read More TENGGARA

Dua Seperempat.

Di dua seperempat Pernah kau janjikan Batas Pernah kamu imingi indah di balik Batas Padahal ada asas di Balik Batas Ada sebab merangkai Batas Di dua seperempat, Sayang Pernah kau temuiku dengan Bibir Pucat Kau meronta bahwa kau tak Kuat Dia yang kembali datang dan masuk tanpa bisa kamu tolak permisinya Dan tatapan serta suaraku […]

Read More Dua Seperempat.

Kelahiran Dua Puluh Tujuh.

Sungguh, dulu aku lugu. Aku kira aku lahir dari Batu. Namun aku ragu ketika Mama bilang aku akan punya adik Baru, dan perut mama mulai menggelembung. Aku kira mama sakit perut, tapi aku keliru. Oh, ternyata itu yang namanya mengandung. Mama bilang dia akan datang di bulan ke Lima, dan di usiaku yang lebih dari tiga. Dan proses […]

Read More Kelahiran Dua Puluh Tujuh.

Ronta Untuk Dia.

Sudah jam ke lima dan Aku masih duduk di bangku coklat panjang ini Bersama kamu, yang sombong menyembut dirimu paling Bangsat Padahal, sungguh.. kebangsatan bisa ditemui di setiap insan berkelamin Dan kamu tidak pantas sesombong itu Kini Aku tau hal lain yang bisa meredam ketakukanku akan diam, Kafein, dan Kamu. Aku masih menikmati kerasukanku,  kerasukanku […]

Read More Ronta Untuk Dia.

Elegi Poligini

Adalah suatu istilah dalam tata sosial manusia yang bernama matrimoni. Lumrahnya, Pernikahan. Banyak landasan dan alasan mendasari terjadinya matrimoni dalam hidup manusia. Klasiknya, cinta, dan keinginan untuk memiliki keturunan. Apalagi? Mungkin takut menua sebatang kara, atau tak ingin anak cucu nya hidup sengsara. Bagi Antida, apapun yang dipilih dan dijalani oleh manusia harusnya menimbang logika […]

Read More Elegi Poligini

197 days.

  She is walking as selfish as she can on that hall, the white hall between gate 5 and the apron. Her chin is lifted as high as possible. Her eyes are showing sharply straight stare. With, – if anyone aware-  blank stares. Pathetic. That’s all she does on the sake of hiding her terrible madness. […]

Read More 197 days.

Orang Pilihan (II)

Subuh itu, tak banyak kesibukan di jalan utama Denpasar – Singaraja. Beberapa mobil pengangkut sayuran terlihat berlalu lalang menuju kota, beberapa lelaki bersarung hendak pulang dari Ibadah Subuh. Dan sisanya , ada Mayang. Yang sedang duduk di tepi Danau Tamblingan, sambil menyeruput segelas kopi pahit hangat dan kretek di tangan. Ia nikmati basuh sejuknya kabut […]

Read More Orang Pilihan (II)